Ibnu Mas’ūd

Klik untuk mendengarkan versi audio!

ibnu masud

‘Abdullāh ibn Mas’ūd radhiyallāhu ‘anhumā termasuk jajaran Shaḥābat yang paling awal memeluk Islam. Belajar langsung Al-Qur’an kepada Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam sejak di Dārul Arqam Mekkah. Ada 70-an surah dalam Al-Qur’an yang Ibnu Mas’ūd-lah salah satu Shaḥābat pertama mendengarnya langsung seusai Sang Nabi menerima wahyu dari Jibrīl ‘alaihissalām. Beliau bahkan ikut serta dalam dua hijrah: Hijrah Ḥabasyiyyah yang kedua dan Hijrah Madaniyyah. Ibnu Mas’ūd sangat berbakti melayani Sang Nabi hingga membawakan sandal, mengambilkan air wudu, dan menyiapkan siwak/sikat gigi Sang Nabi.

Dengan total riwayat hadis sebanyak 848 hadis, memang Ibnu Mas’ūd hanya berada di peringkat ke-8 dalam daftar Shaḥābat yang terbanyak riwayat hadisnya. Namun itu lebih karena beliau lama berada di Irak, yang jauh dari pusat keramaian seperti halnya Ibnu ‘Abbās di Masjidil Haram Mekkah dan banyak Shaḥābat di Madinah serta karena beliau wafat relatif lebih cepat, yakni di tahun 32 H dalam usia sekitar 50-an tahun. Sekalipun demikian, beliaulah pimpinan utama keulamaan tafsir dan fikih di Irak.

Sama seperti halnya Ubayy ibn Ka’b, Ibnu Mas’ūd juga menjadi guru qirā-āt bagi dua gurunya imam qirā-āt terkemuka, Āshim, yaitu: Abū ‘Abdirraḥmān As-Sulamiyy dan Zirr ibn Ḥubaisy. Ibnu Mas’ūd sendiri mengkhatamkan Al-Qur’an setiap bulan Ramadan sebanyak 10 kali dan di luar bulan Ramadan sepekan sekali. Di antara nasihat berharga beliau:

“Bersederhana dalam melakukan amalan yang ada contohnya dari Rasulullah lebih baik daripada berlelah-lelah beramal yang tidak ada contohnya dari beliau.”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *