Tanda-Tanda Isim, Fi’il, dan Huruf

A. Tanda-Tanda Isim

1. Khafadh

Yang dimaksud dengan khafadh adalah harakat kasrah atau penggantinya pada akhir yang disebabkan oleh ‘amil.

Contoh: مَرَرْتُ بِالْمَسْجِدِ

Khafadh adalah istilah Ulama Kuffah, sedangkan Ulama Basrah menggunakan istilah jarr.

2. Tanwin

Tanwin adalah nun sukun yang terletak pada akhir isim secara lafaz ketika dibaca washl dan terpisah ketika di-waqaf-kan dan dituliskan. Penulisannya ditandai dengan dua harakat fathah/fathatain (ـً), dua harakat kasrah/kasratain (ـٍ), dan dua harakat dhammah/dhammatain (ـٌ)     

Contoh: مَرَرْتُ بِمُحَمَّدٍ

3. Masuknya Alif dan Lam

Masuknya ال yang men-ta’rif isim.

Contoh: Kata دَرْسٌ  dapat dimasuki oleh ال menjadi الدَرْسُ

Tanggapan Pensyarah

  1. Kata yang tersusun dari dua huruf atau lebih maka ia dibaca dengan apa ia dinamakan bukan dengan nama hurufnya. Jadi lebih tepat dikatakan “Al” bukan “alif dan lam”
  2. Yang lebih tepat adalah dikatakan masuknya adat ta’rif ketimbang masuknya Al. Hal ini karena dua alasan:
  • Para ulama berselisih mana yang me-ma’rifah-kan, apakah alif saja, atau lam saja, atau keduanya. Sehingga lebih tepat jika dikatakan tanda isim itu adalah masuknya adat ta’rif.
  • Ini juga untuk memasukkan أَمْ yang merupakan adat ta’rif dalam bahasa Himyar (kabilah di Yaman)

Contoh أَمْ sebagai adat ta’rif ada pada hadis Rasulullah saw.

لَيْسَ مِنْ أَمْبِرِّ أَمْصِيَامُ فِيْ أَمْسَفَرِ
(Bukanlah suatu kebaikan berpuasa dalam keadaan safar)

4. Masuknya Huruf Khafadh

Huruf-huruf khafadh yaitu:

  1. مِنْ (dari)
  2. إِلَى (ke)
  3. عَنْ (dari, tentang)
  4. عَلَى (di atas)
  5. فِيْ (di dalam)
  6. رُبَّ (banyak, sedikit)
  7. حَتَّى ( hingga)
  8. حَاشَا (kecuali)
  9. مُذْ (sejak)
  10. مُنْذُ (sejak)
  11. البَاء (dengan)
  12. الكَافُ (seperti)
  13. اللَّامُ (milik)
  14. الوَاوُ، البَاء، التَّاء (demi)

Ketiga huruf terakhir adalah huruf qasam yang disebutkan secara khusus oleh penulis.

B. Tanda-Tanda Fi’il

1. Masuknya قَدْ

Contoh:

  • Yang masuk ke fi’il madhi:

{قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّىٰهَا}Q.S. Al-Mu’minun: 1

  • Yang masuk ke fi’il mudhari:

{قَدْ يَعْلَمُ اللّٰهُ}Q.S. Al-Ahzab: 18

Tanggapan Pensyarah

Bahwa  قَدْ yang menjadi ciri isim adalah قَدْ  yang berupa huruf. Karena ada juga قَدْ yang berupa isim yang bermakna   حَسْبُ dan ini bukan tanda fi’il.

Contoh  قَدْ ismiyyah:

قَدْ زَيْدٍ دِرْهَمٌ (Cukuplah bagi Zaid satu dirham)

2. Masuknya huruf السِيْنُ

Huruf ini khusus masuk ke fi’il mudhari

Contoh: {سَيَقُوْلُ السُّفَهَاءُ}Q.S. Al-Baqarah: 142

3. Masuknya huruf سَوْفَ

Huruf ini khusus masuk ke fi’il mudhari.

Contoh: {سَوْفَ يُؤْتِيْهِمْ أُجُوْرَهُمْ} Q.S An-Nisa: 152

4. Masuknya ta ta’nits sakinah

Huruf ini khusus untuk fi’il madhi saja.

Contoh: {قَالَتْ رَبِّ ٱبْنِ لِى عِندَكَ بَيْتًا فِى ٱلْجَنَّةِ} Q.S At-Tahrim: 11

Tanggapan Pesnyarah

  1. Huruf ta yang menjadi tanda fi’il itu ada tiga:
    • Ta ta’nits sakinah
    • Ta mutakallim untuk fa’il (تبتُ)
    • Ta mukhothob/mukhothobah untuk fa’il (تبتَ/تبتِ)
  2. Penulis tidak menyebutkan tanda untuk fi’il amr karena mengikuti Mazhab Kuffah yang meletakkan fi’il amr sebagai bagian dari fi’il mudhari. Pendapat yang sahih bahwasanya fi’il amr adalah bagian tersendiri. Tanda fi’il amr:
    • Maknanya yang menunjukkan makna thalab
    • Masuknya ya mukhathabah atau nun taukid

Contoh: أُكْتُبِيْ dan أُكْتُبَنَّ

C. Tanda-Tanda Huruf

Tanda huruf adalah tidak patutnya bersama kata tersebut tanda isim ataupun tanda fi’il. Tanda huruf itu adalah tanda ‘adamiyyah (tidak adanya tanda) dan bukan tanda wujudiyyah (adanya tanda).

Ditulis oleh: Nurmila Habibie (Muraqibah Program BINAR)

Referensi:

Syarah Al Muqaddimah Al Ajurramiyyah syaikh Shalih bin Abdillah bin Hamd Al Ushaimiy: (hal. 9-15)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *