Mumayyizat Arabiyyah

Al-Imam Abul Fadhl Jamaluddin Ibn Al-Manzhur Al-Mishri (w. 711 H.) berkata dalam kitabnya yang fenomenal “Lisan al-Arab” bagian mukadimah :
فإن الله سبحانه قد كرم الإنسان وفضله بالنطق على سائر الحيوان، وشرف هذا اللسان العربي بالبيان على كل لسان، وكفاه شرفا أنه به نزل القران، وأنه لغة أهل الجنان. روى عن ابن عباس رضي الله عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : أحبوا العرب لثلاث : لأني عربي، والقران عربي، وكلام أهل الجنة عربي .
ذكره ابن عساكر في ترجمة زهير بن محمد بن يعقوب
“Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala memuliakan dan melebihkan manusia atas seluruh hewan (makhluk hidup) dengan berbicara, dan memuliakan bahasa Arab sebagai bahasa paling indah dari bahasa yang lain. Dan cukuplah keutamaan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qu’ran (yang turun dengannya), dan sebagai bahasa penduduk Surga. Diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : “ Cintailah bahasa Arab karena 3 hal :

  • Karena aku (Nabi) dari bangsa Arab
  • Al-Quran berbahasa Arab
  • Perkataan penduduk Surga berbahasa Arab.”
    (Disebutkan Ibnu Asakir dalam biografi Zuhair bin Muhammad bin Ya’qub)

Perkembangan bahasa Arab dimulai ketika penyebaran Islam zaman Khulafa ar-Rasyidin (Khalifah yang empat) mencapai Persia dan Romawi. Setelah berlangsung 30 tahun, masa kekhalifahan yang berakhir pada Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib, kekuasaan Islam beralih menjadi kerajaan yang terkenal yaitu Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah. Perluasan wilayah yang dilakukan penguasanya mencapai daerah-daerah non-Arab, sehingga mempengaruhi pemerintahan dan kebudayaannya. Untuk menjaga orisinalitas bahasa Arab, sejak era Khalifah Ali bin Abi Thalib mengarahkan Abul Aswad Ad-Duali untuk menyusun keilmuan sintaksis Arab (Nahwu). Bahasa ini memliki hubungan yang erat dengan ajaran Islam, sehingga penyebarannya begitu cepat dan terarah. 
Daerah yang mendapatkan pengaruh bahasa Arab adalah Indonesia. Hal ini disebabkan pendidikan yang ditempuh muslim Melayu-Indonesia di Haramain sejak abad-17. Kecenderungan intelektual ini menghasilkan ulama-ulama yang berdakwah di tanah air, pembelajaran kitab-kitab berbahasa Arab klasik di pesantren. Hal ini sangat menonjol dalam bidang dakwah Islam, tetapi pada perjalanannya mempengaruhi budaya berbahasa masyarakat umum, sehingga terjadi percampuran bahasa Arab dan Indonesia. Untuk mengatasi hal ini, Departemen Agama dan Departemen Pendidikan Republik Indonesia (sekarang bernama Kementerian Pendidikan Nasional) mengadakan penelitian untuk menentukan kaidah transliterasi Arab-Latin di Indonesia yang menjadikan Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai acuan (KBBI).

Diantara keistimewaan (mumayyizat) bahasa Arab adalah :

  1. Bahasa yang tidak pernah punah sepanjang zaman peradaban manusia, yang berasal dari rumpun semitik
  2. Bahasa yang memilki aturan derivasi/perubahan kata (wazan tashrif) hingga 10 pola, perubahan kasus (i’rab) pada nomina (isim) maupun kata kerja (fi’il) dan perbedaan gender pada kata antara maskulin (mudzakkar) dan feminim (muanntas) yang dapat mempengaruhi aspek makna dalam kajian lintas ilmu agama
  3. Bahasa yang diserap berbagai bahasa dunia dalam kosakatanya
    Dalam beberapa tulisan disebutkan bahwa bahasa Arab yang ada dalam kosakata bahasa Indonesia berkisar antara 1000-2.000 kata. Disebutkan dalam Kamus Al-Hamidi yang disusun oleh Abdul Hamid bin Ahmad (1941)  diperkirakan terdapat 2.000 kata Arab. Dalam Kamus Gugus kata Arab-Melayu yang disusun  oleh Muhammad Said (1939) terdapat 1.725 kata. Dalam Kamus Kebangsaan yang disusun oleh Mohd Kadir dkk.(1975)  terdapat 1.125 kata. Adapun sumber luar dari Kamus Melayu-Inggris yang disusun oleh Wilkinson (1961) terdapat 892 kata. Dan pada A Vocabulary of the Malay Tongue berjudul Malay-English and English-Malay yang disusun oleh Hawison MD (1801) terdapat 150 kata Arab.

Referensi :
Al-Ghalayaini, Musthafa. Jami ad-Durus al-‘Arabiyyah.
Hidayatullah, Moch. Syarif. Cakrawala Linguistik Arab.
Ibn al-Manzhur, Lisanul Arab.
Hadi, Syamsul. Kata-kata Arab dalam Bahasa Indonesia.

Ditulis oleh
Abid Fathurrahman Arif
Ahad, 24 Jumadil Ula 1444 H / 18 Desember 2022

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *