Testimoni

Firdaus Prabowo, 29 Tahun

Peneliti di NTU, Singapura


Awalnya karena semangat pengen bisa lah yg bikin ane daftar program BISA. Ternyata, sarana komunikasi modern seperti WhatsApp bisa membantu banyak dalam belajar sharaf. Alhamdulillah. Metode belajar yg memadukan sisi tradisional (hapalan wazan) dan modern (pemahaman/aplikasi hapalan wazan) sejauh ini termasuk yang paling efektif ane rasakan buat pribadi. Teman2 belajar yg selalu semangat walaupun sudah punya kesibukan masing2, juga pengajar yg selalu siap sedia menjelaskan jika ditanya adalah nilai2 plus program ini. Barakallahu fiihum. Yang ane rasakan, Insya Allah bekal ilmu Sharaf sudah ada buat para alumni program ini, tinggal berusaha mengembangkan sendiri dan mulai serius belajar Nahwu. Insya Allah jadi lebih mudah daripada sebelum ikut BISA. Waktu baca Qur’an pun jd lebih nyambung, dan jadi lebih akrab sama kamus bahasa arab. Negatifnya: hati2 diprotes istri karena jadi kecanduan belajar bahasa arab.

Muhammad Ibadurrohman

Mahasiswa doktoral Dept of Chemical Engineering, Imperial College London, United Kingdom


Encang benar-benar faham konsep belajar-mengajar yang efektif dan bagaimana menerapkannya dalam bentuk kuliah online. Dalam 8 pekan saja (dan tanpa tatap muka) kaidah-kaidah dasar sharaf sudah bisa dikuasai oleh para peserta yang mungkin sebagiannya belum pernah belajar ilmu sharaf sebelumnya. Ditunjang dengan diktat yang sistematis dan straight forward dalam penjelasan, program BISA merupakan alternatif yang sangat pas untuk mereka-mereka yang kesulitan menemukan tempat belajar yang dekat dengan rumah atau terlalu sibuk untuk mengikuti course tatap muka. Peserta-peserta kelas BISA yang saya ikuti juga sangat antusias dan bersemangat mengikuti dars sehingga membuat saya pribadi termotivasi. Meskipun kental dengan nuansa ilmiah dan tetap menjaga adab-adab menuntut ilmu, suasana grup BISA sangat santai dan luwes, sama sekali tidak kaku. Jazakumullahu khoiron untuk encang dan para peserta program BISA, semoga ilmu yang sudah kita pelajari bisa bermanfaat, berkah, dan menjadi modal kita untuk belajar islam di level yang lebih tinggi.

Alfian Ferdiansyah, 27 Tahun

Mahasiswa Doktoral Integrated materials and microsystems technology Faculty of Engineering Albert-Ludwigs-Universität Freiburg, Jerman


Mengikuti program sharaf jarak jauh yg dikelola teman dekat merupakan sebuah tantangan tersendiri, walau teman tapi karena ilmu saya harus memposisikan beliau sebagai guru, disinilah tempat ihtiram berada, tanpa ini hasil yang didapat tidak akan optimal! Menghargai waktu yang telah beliau sediakan dengan cara mengerjakan tugas menjadi bagian terpenting. Dengan program ini saya membangkitkan apa yang telah lupa, dan mempertajam kepedulian terhadap kata-kata dalam bahasa arab untuk sehari-hari dan Al-Quran tentunya yang paling utama. Kita akan lebih mudah membayangkan perubahan harokat, bentuk, yang berujung kepada makna. Kedepannya semoga program ini tetap berlanjut!! Banyak manfaat yang bisa diambil! نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنذِرِينَ بِلسَان عَرَبِيّ مُّبِين